aku kalah, bahkan sebelum aku angkat senjata. aku terlalu takut kehilangan, bahkan sebelum aku sempat memiliki.
aku mencoba menghilangkan segala rasa takut ku untuk mengungkapkannya, mengungkapkan segala perasaan yang terpendam ini kepada mu, satu-satunya lelaki yang membuatku jatuh dan mencinta dalam waktu yang bersamaan.
mungkin memang aku yang terlalu bodoh, tak bisa membaca matamu selama ini. bukankah sudah jelas bahwa kau memang tak pernah menaruh hati dan perasaan terhadapku :")
lalu, apalagi yang harus aku perbuat? haruskah aku memandangmu penuh harap dan diam-diam tetap mencintaimu?
aku...mungkin bisa melewatinya. karna setelah hujan, akan muncul pelangi bukan? aku pun berharap agar cerita kisah kita sama dengan sang hujan, mengalir dan membawa semua rasa sakit ini. selamanya...


0 komentar:
Posting Komentar