Pengunjung{}
axela{}
Followers
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 16 Oktober 2013
Penantian Yang Tak Berujung
Sungguh sangat lega rasanya, menyatakan apa yang selama ini ku pendam sendirian. Memberitahukan bahwa ada rindu yang meggebu tiap kau tak ada di hadapku.
Juga, sangat menyakitkan akhirnya. Ketika aku tahu bahwa kau memang diciptakan bukan untuk ku miliki.
Aku menangis, membiarkan hujan membanjiri kepiluanku. Aku sudah sangat tak sanggup menahan perih yang memporak-porandakan hatiku.
Ada yang salah dengan perasaan ini, pikirku. Aku juga tak mengerti mengapa bertahan itu sangat sulit rasanya. Tapi untukmu, aku berharap bisa melewatinya, walau dengan derai air mata yang tak dapat ku bendung.
Pertahananku sudah teramat rapuh, dan hampir saja patah ketika kau..lagi-lagi kau yang melakukannya. Membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung karena dapat mengenalmu, bahkan jatuh cinta kepadamu.
Namun di saat yang bersamaan, kau juga lah yang membuatku menyadari, ada sesuatu yang salah dengan perasaan ini. Ada yang tak boleh ku lanjutkan dengan perasaan ini.
Mengapa? Karna rasanya akan semakin sakit jika aku tetap bertahan pada satu rasa yang kau tak akan pernah mengerti walau tenggorokanku mengering meneriakkan kata cinta untuk hatimu.
Aku bisa cukup bahagia dengan mengatakannya kepadamu, bahwa aku telah lama menaruh hati kepadamu. Sejak bait demi bait kejadian yang tak ku sangka menghampiri hidupku, kau lah yang menjadi raja di singgasana hatiku.
Namun, lagi dan lagi, aku harus terluka oleh sesuatu hal yang bernama cinta. Menyadari ada penantian yang tak berujung, aku harus berhenti sebelum luka yang belum mengering ini kembali basah.
Jangan kau tanyakan akhir dari perasaanku, karena yang ku tahu hanya awal dari segalanya. Awal di mana aku menyadari, ada benih-benih cinta yang tumbuh ketika melihat senyum indahmu.
Sudahlah. Bukankah aku sudah mengatakan bahwa cinta ini memang hanya untukmu? Dan dengan senyum terindahmu, kau menepis segala perasaan yang kian membabi buta mengganggu siang dan malamku setiap saat. Dan semua ucapanmu cukup membuatku sadar dari mimpi indah ku yang terlalu panjang, bahwa KAU TIDAK PERNAH MENCINTAIKU sebesar AKU MENCINTAIMU selama ini.
Terimakasih karena sudah membiarkanku mencintaimu, dan memberiku sedikit ruang untuk menjadi pemuja rahasiamu. Aku akan mengenangmu, sebagai lelaki pemilik senyum terindah yang pernah singgah dihatiku dan membuat lubang besar yang tak tahu kapan akan sembuhnya.
Salam manis :)
Minggu, 06 Oktober 2013
Jatuh Cinta Diam-Diam
ada yang diam-diam memperhatikanmu dari jarak yang cukup dekat, yang begitu ingin memeluk dan mendekapmu hangat. tak kah kau sadari itu?
ada yang diam-diam tersenyum melihat tingkah konyolmu bersama teman-temanmu, ikut tertawa, merasakan kebahagiaan bersamamu. apakah dirimu masih juga belum sadar?
ada yang diam-diam berharap cintanya terbalaskan olehmu, mencoba menarik perhatianmu dengan berbagai cara dihadapanmu. benarkah kau tak sadar akan semua hal itu?
cobalah sedikit mengerti, memahami, dan mendalami perasaanku. ya. aku yang selama ini diam-diam menaruh hati padamu, pada mata indahmu dan senyuman manismu.
tak pernah terfikikirkan olehku, bagaimana bisa rasa itu menyelinap ke dalam hati kecil ini.
kau...dapatkah kau bersamaku? dapatkah kau menjadi yang nomor satu dihatiku? :')
Kamis, 03 Oktober 2013
Aku Mencintaimu
Aku menyukai tetesan air hujan yang jatuh tepat di pipi ku, layaknya aku menyukai mata indahmu yang selalu memandangku.
Aku tak tau bagaimana mestinya perasaan ini terhadapmu, aku tak dapat menahannya. Jujur saja, pertahananku terlalu rapuh karenamu. Karena ulahmu, yang membuatku tak hentinya memandang lekat wajah manismu.
Hai kau, lelaki yang kini menggerogoti jiwa dan raga ku, dapatkah kau merasakannya? Perasaan yang sebenarnya ku takuti sejak dulu.
CINTA.
Kita dekat, dan sangatlah dekat. Kita berpijak pada satu tanah yang sama, namun ironisnya, mengapa tak sedikitpun kata yang bisa ku ucapkan. agar kau tau bahwa kau telah menjadi dambaanku saat ini, dan untuk selamanya.
Apa yang seharusnya aku perbuat? Getaran-getaran itu semakin lama semakin membuatku tak berdaya. Bahkan, berada dekat denganmu dapat membuatku hampir mati berdiri.
Aku takut, semakin lama perasaanku akan semakin membesar, dan...aku masih saja belum bisa mengatakannya kepadamu.
Bisakah kau disini? Menemaniku dalam kegelisahan setiap detik yang telah membuatku kehilangan akal.
Aku mencintaimu, bagaimanapun keadaanmu.
Mata indahmu
Senyum manismu
Ramahnya kamu
Dan perhatianmu
Aku mencintaimu, terlebih dari apa yang orang tau, dan bahkan diriku sendiri.
Aku mencintaimu, dalam setiap hembusan nafasku.
Aku tak tau bagaimana mestinya perasaan ini terhadapmu, aku tak dapat menahannya. Jujur saja, pertahananku terlalu rapuh karenamu. Karena ulahmu, yang membuatku tak hentinya memandang lekat wajah manismu.
Hai kau, lelaki yang kini menggerogoti jiwa dan raga ku, dapatkah kau merasakannya? Perasaan yang sebenarnya ku takuti sejak dulu.
CINTA.
Kita dekat, dan sangatlah dekat. Kita berpijak pada satu tanah yang sama, namun ironisnya, mengapa tak sedikitpun kata yang bisa ku ucapkan. agar kau tau bahwa kau telah menjadi dambaanku saat ini, dan untuk selamanya.
Apa yang seharusnya aku perbuat? Getaran-getaran itu semakin lama semakin membuatku tak berdaya. Bahkan, berada dekat denganmu dapat membuatku hampir mati berdiri.
Aku takut, semakin lama perasaanku akan semakin membesar, dan...aku masih saja belum bisa mengatakannya kepadamu.
Bisakah kau disini? Menemaniku dalam kegelisahan setiap detik yang telah membuatku kehilangan akal.
Aku mencintaimu, bagaimanapun keadaanmu.
Mata indahmu
Senyum manismu
Ramahnya kamu
Dan perhatianmu
Aku mencintaimu, terlebih dari apa yang orang tau, dan bahkan diriku sendiri.
Aku mencintaimu, dalam setiap hembusan nafasku.
Langganan:
Postingan (Atom)









