Sungguh sangat lega rasanya, menyatakan apa yang selama ini ku pendam
sendirian. Memberitahukan bahwa ada rindu yang meggebu tiap kau tak ada di
hadapku.
Juga, sangat menyakitkan akhirnya. Ketika aku tahu bahwa kau memang
diciptakan bukan untuk ku miliki.
Aku menangis, membiarkan hujan membanjiri kepiluanku. Aku sudah sangat
tak sanggup menahan perih yang memporak-porandakan hatiku.
Ada yang salah dengan perasaan ini, pikirku. Aku juga tak mengerti
mengapa bertahan itu sangat sulit rasanya. Tapi untukmu, aku berharap bisa
melewatinya, walau dengan derai air mata yang tak dapat ku bendung.
Pertahananku sudah teramat rapuh, dan hampir saja patah ketika
kau..lagi-lagi kau yang melakukannya. Membuatku merasa menjadi wanita paling
beruntung karena dapat mengenalmu, bahkan jatuh cinta kepadamu.
Namun di saat yang bersamaan, kau juga lah yang membuatku menyadari,
ada sesuatu yang salah dengan perasaan ini. Ada yang tak boleh ku lanjutkan
dengan perasaan ini.
Mengapa? Karna rasanya akan semakin sakit jika aku tetap bertahan pada
satu rasa yang kau tak akan pernah mengerti walau tenggorokanku mengering
meneriakkan kata cinta untuk hatimu.
Aku bisa cukup bahagia dengan mengatakannya kepadamu, bahwa aku telah
lama menaruh hati kepadamu. Sejak bait demi bait kejadian yang tak ku sangka
menghampiri hidupku, kau lah yang menjadi raja di singgasana hatiku.
Namun, lagi dan lagi, aku harus terluka oleh sesuatu hal yang bernama
cinta. Menyadari ada penantian yang tak berujung, aku harus berhenti sebelum
luka yang belum mengering ini kembali basah.
Jangan kau tanyakan akhir dari perasaanku, karena yang ku tahu hanya
awal dari segalanya. Awal di mana aku menyadari, ada benih-benih cinta yang
tumbuh ketika melihat senyum indahmu.
Sudahlah. Bukankah aku sudah mengatakan bahwa cinta ini memang hanya
untukmu? Dan dengan senyum terindahmu, kau menepis segala perasaan yang kian
membabi buta mengganggu siang dan malamku setiap saat. Dan semua ucapanmu cukup
membuatku sadar dari mimpi indah ku yang terlalu panjang, bahwa KAU TIDAK PERNAH
MENCINTAIKU sebesar AKU MENCINTAIMU selama ini.
Terimakasih karena sudah membiarkanku mencintaimu, dan memberiku
sedikit ruang untuk menjadi pemuja rahasiamu. Aku akan mengenangmu, sebagai
lelaki pemilik senyum terindah yang pernah singgah dihatiku dan membuat lubang
besar yang tak tahu kapan akan sembuhnya.
Salam manis :)
0 komentar:
Posting Komentar