Rabu, 16 Oktober 2013

Penantian Yang Tak Berujung

Diposting oleh Unknown di 09.17

Sungguh sangat lega rasanya, menyatakan apa yang selama ini ku pendam sendirian. Memberitahukan bahwa ada rindu yang meggebu tiap kau tak ada di hadapku.

Juga, sangat menyakitkan akhirnya. Ketika aku tahu bahwa kau memang diciptakan bukan untuk ku miliki.

Aku menangis, membiarkan hujan membanjiri kepiluanku. Aku sudah sangat tak sanggup menahan perih yang memporak-porandakan hatiku.

Ada yang salah dengan perasaan ini, pikirku. Aku juga tak mengerti mengapa bertahan itu sangat sulit rasanya. Tapi untukmu, aku berharap bisa melewatinya, walau dengan derai air mata yang tak dapat ku bendung.

Pertahananku sudah teramat rapuh, dan hampir saja patah ketika kau..lagi-lagi kau yang melakukannya. Membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung karena dapat mengenalmu, bahkan jatuh cinta kepadamu.

Namun di saat yang bersamaan, kau juga lah yang membuatku menyadari, ada sesuatu yang salah dengan perasaan ini. Ada yang tak boleh ku lanjutkan dengan perasaan ini.

Mengapa? Karna rasanya akan semakin sakit jika aku tetap bertahan pada satu rasa yang kau tak akan pernah mengerti walau tenggorokanku mengering meneriakkan kata cinta untuk hatimu.

Aku bisa cukup bahagia dengan mengatakannya kepadamu, bahwa aku telah lama menaruh hati kepadamu. Sejak bait demi bait kejadian yang tak ku sangka menghampiri hidupku, kau lah yang menjadi raja di singgasana hatiku.

Namun, lagi dan lagi, aku harus terluka oleh sesuatu hal yang bernama cinta. Menyadari ada penantian yang tak berujung, aku harus berhenti sebelum luka yang belum mengering ini kembali basah.

Jangan kau tanyakan akhir dari perasaanku, karena yang ku tahu hanya awal dari segalanya. Awal di mana aku menyadari, ada benih-benih cinta yang tumbuh ketika melihat senyum indahmu.

Sudahlah. Bukankah aku sudah mengatakan bahwa cinta ini memang hanya untukmu? Dan dengan senyum terindahmu, kau menepis segala perasaan yang kian membabi buta mengganggu siang dan malamku setiap saat. Dan semua ucapanmu cukup membuatku sadar dari mimpi indah ku yang terlalu panjang, bahwa KAU TIDAK PERNAH MENCINTAIKU sebesar AKU MENCINTAIMU selama ini.

Terimakasih karena sudah membiarkanku mencintaimu, dan memberiku sedikit ruang untuk menjadi pemuja rahasiamu. Aku akan mengenangmu, sebagai lelaki pemilik senyum terindah yang pernah singgah dihatiku dan membuat lubang besar yang tak tahu kapan akan sembuhnya.


Salam manis :) 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Dear Diary ... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review